
Secara keseluruhan, dalam Leg 2 Perempat Final Copa del Rey kemarin, Real Madrid tampil dengan citra diri mereka seperti biasanya: ultra ofensif, bola yang mengalir lancar, dan determinasi tinggi memberikan yang terbaik. Sayangnya, ada dua kecerobohan fatal yang pernah dilakukan di leg 1, yang diulangi di leg 2 (dan keduanya menghasilkan gol untuk lawan). Apa saja kecerobohan berulang itu?
Kemiripan pertama:
Gol pertama Barcelona di Leg 2 merupakan pengulangan yang 99% hampir mirip prosesnya dengan gol kedua Barcelona di Leg 1. Di Leg 2, Messi menggiring bola dengan rapat, memancing perhatian kedua centerback dan gelandang bertahan Madrid, SERTA BEK KANAN (Arbeloa) untuk menutup pergerakannya di sektor tengah lapangan. Sisi kanan pertahanan Madrid terbuka lebar, sehingga assist Messi kepada Pedro di sisi kiri penyerangan Barcelona tak lagi terbendung. Gol untuk Barca.
Gerakan Arbeloa meninggalkan tanggung jawabnya (menjaga Pedro) di sisi kanan pertahanan demi menyambut Messi yang sebenarnya sudah terjaga oleh minimal tiga pemain Madrid di sektor tengah, SANGAT MIRIP dengan gerakan Altintop meninggalkan tanggung jawabnya (menjaga Abidal) di sisi kanan pertahanan Madrid di Leg 1, yang akhirnya membuahkan gol ke dua untuk Barca.
Kemiripan kedua:
Gol kedua Barcelona di Leg 2 merupakan pengulangan yang juga 99% hampir mirip prosesnya dengan gol pertama Barcelona di Leg 1. Di Leg 2, terjadi set-piece kick di sektor kanan pertahanan Real Madrid, kemudian bola dilambungkan ke arah sektor kiri (opposite wing) yang tidak terjaga dengan baik, dan kemudian bola dilesakkan menjadi gol oleh Dani Alves tanpa penjagaan yang cukup berarti, karena Pepe (yang saat itu berada di sektor kiri pertahanan Madrid) terlambat menyadari kehadiran second line Barca.
Keterlambatan Pepe menyadari gerakan second line (Alves) di “opposite wing” tersebut, SANGAT MIRIP dengan keterlambatan Pepe menyadari gerakan second line (Puyol) di “opposite wing” saat Leg 2.
Empat gol tercipta dalam dua Leg, masing-masing karena dua kesalahan yang mirip, menurut saya bersumber dari satu hal: Terpancing untuk lebih memperhatikan posisi pemain yang menguasai bola daripada posisi pemain lain yang bergerak tanpa bola (pergerakan tanpa bola)!
Mengapa? Kita kembalikan pada Mourinho dan staf lain dalam mengevaluasi kesalahan-kesalahan elementer yang terjadi kemarin, untuk meningkatkan penampilan Madrid di pertandingan-pertandingan berikutnya. [DRU/RAJ]
PARA SIEMPRE, REAL MADRID !!!